Kamis, 23 April 2015

Tipe Lensa Kamera DSLR

Tipe lensa DSLR:

  1. Lensa Standard - Ini adalah istilah yang perlahan-lahan sedikit menghilang dari terminologi dunia fotografi. Digunakan untuk mendeskripsikan lensa dengan range 50mm, karena lensa ini biasanya sudah terpasang pada kamera kamera film.
  2. Lensa Kit - Saat ini kebanyakan lensa sudah menjadi satu paket dengan kamera DSLR yang dijual, dan biasanya lensa ini di kenal sebagai lensa kit. Lensa ini kebanyakan adalah lensa zoom, dan secara fungsional dikenal sebagai lensa multi-purpose yang memang didesain untuk kepentingan memotret sehari-hari. Fotografer profesional kebanyakan selalu membeli body kamera dan mengupgrade lensa sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Lensa Prime / Lensa Fix - Lensa Fix merupakan sebuah lensa yang hanya memiliki satu Focal-Length. Terkadang lensa ini menjadi lensa yang kurang populer dimana para fotografer merasa nyamana dengan lensa yang memiliki range Focal-Length di tangan mereka (lihat ulasan lensa zoom dibawah), tetapi bagaimanapun juga lensa fix layak unutk dipertimbangkan. Lensa zoom memang memiliki keuntukngan pada kualitas yang mereka tawarkan, tetapi lensa fix juga dikenal dengan kualitas gambar serta kecepatan. Ketika kebanyakan orang nyaman dengan lensa zoom, kebalikannya Saya lebih menikmati tantangan dalam menggunakan lensa fix, dan mereka membawa sesuatu dalam dunia fotografi saya, dan biasanya saya akan merasa sedikit malas ketika lensa zoom terpasang.
  4. Lensa Zoom / Tele - Lensa zoom merupakan lensa DSLR yang paling populer saat ini, hadir dengan konfigurasi range focal length serta tingkatan kualitas. Keuntungan yang paling terlihat dengan menggunakan lensa ini adalah, Sobat tidak perlu mendekat ke subyek untuk mendapatkan framming yang lebih ketat. Lensa ini bisa memberikan range pendek atau cukup panjang. Hal yang perlu diingat ketika membeli kamera ini adalah, semakin panjang focal-length maka akan semakin berdampak pada camera-shake. Kamera dengan focal length yang jauh seperti (300mm) telah difasilitasi dengan Image Stabilisation (IS) untuk mengurangi camera-shake.
  5. Lensa Makro - Lensa-lensa ini didesain khusus untuk memotret obyek secara close-up. banyak kamera DSLR yang dilengkapi dengan pengaturan 'makro', tetapi menggunakan lensa makro yang sebenarnya akan menghasilkan foto lebih hidup dan memungkinkan Sobat untuk memotret dengan ukuran yang sangat dekat pada obyek.
  6. Lensa Wide - Seperti namanya, lensa ini mememungkinkan penggunanya untuk memotret dan mendapatkan prespektif yang sangat luas. Lensa wide biasnya digunakan pada pemotretan landscape. Lensa wide hadir dengan focal length seperti lensa fix dan lensa zoom, walaupun hanya memiliki sedikit range pada focal-lengthnya. Perhatikan bahwa banyak lensa wide sedikit banyaknya terkadang memberikan efek 'distort' pada hasil foto, terutama pada tepian foto dengan bentuk yang sedikit melengkung. Bagi beberapa orang bisa menjadi efek yang bagus, tetapi terkadang juga berarti efek yang tidak diinginkan.
Lensa 'Fish-Eye' merupakan lensa 'extreme' dari lensa wide, dimana lensa ini didesain khusus untuk memberikan efek 'distort' lengkung pada hasil foto Anda, tetapi sekali lagi hal tersebut tergantung pada gaya serta style seorang fotografer.

Teknik Foto Freeze Fotografi

Fotografi

Fotografi, sudah tidak asing lagi kata ini terdengar di telinga kita. Hampir di setiap bidang fotografi ikut ambil bagian, berbeda dengan fotografi jaman dahulu kala yang hanya identik dengan foto ukuran 3 x 4, foto pernikahan, foto jurnalistik, dan foto keluarga para konglomerat. Kini fotografi telah merambah sampai ke setiap sektor aktifitas manusia dengan berbagai kelebihan dan manfaatnya. Iklan, film, dokumentasi, pre-wedding, wedding, dan berbagai jasa pemotretan lainnya yang bisa kita temukan di studio foto yang semakin banyak. Teknik pemotretan saat ini juga semakin berkembang, lihat saja berbagai macam foto unik dan luar biasa dengan menggunakan teknik foto terbaru dan pasti dengan dukungan peralatan foto yang semakin canggih dan beraneka ragam. Dalam tekhnik Fotografi terdapat jenis foto PanningMoving, dan Freezing. Ketiga teknik ini pada dasarnya merupakan sarana untuk mengolah kemampuan fotografer dalam operasionalisasi kamera, menentukan exposure, komposisi, serta mengasah kepekaan terhadap subjek foto.

.   

Freezing

Konsep foto freezing pada dasarnya adalah usaha fotografer untuk 'mem-pause' sebuah adegan yang terjadi. Dalam posisi 'pause', objek foto akan bisa dinikmati dengan seksama oleh mata audiens. Inilah saat-saat istimewa yang tidak pernah bisa dilakukan oleh mata: menghentikan sebuah gerakan. Dalam kondisi pergerakan yang cepat, fotografer harus cekatan melihat momentum dan bersegera mengatur kecepatan rananya. Prioritas memang ada pada Shutter Speed (SS), sedangkan aperture dan ISO akan menyesuaikan. Anda tidak akan mendapatkan gambar yang 'freezed' tanpa kecepatan tinggi dan jepretan berkali-kali. Freezing bisa didapatkan dengan mengatur shutter speed (1/100 - keatas). Bisa juga menggunakan alat bantu lampu tambahan, sepertiflash atau external lighting (terutama dalam konsep still photography)

Tips teknik bulb dalam Fotografi

Berikut adalah sedikit tips dan teknik dalam menggunakan teknik bulb :
 
  1. Persiapkan kamera. Gunakan lah kamera yang bisa diatur speednya. Biasanya teknik ini banyak digunakan dengan mengguankan kamera DSLR.
  2. Persiapkan tripod sebagai penyangga kamera agar tidak ada getaran ketika hendak mengambil gambar.
  3. Sebelum mengambil gambar, ubar settingan speed kamera. Gunakanlah speed lebih dari 3 detik atau kita bisa menggunakan BULB (lama pengambilan cahaya bisa ditekan sesuai dengan keinginan kita).
  4. Setting diafragma ke bukaan f9 atau lebih.
  5. Bisa juga menggunakan aksesoris tambahan seperti Shutter Release. Harganya sekitar 100-300 ribuan.
  6. Jika tidak ingin ada getaran dari tangan, kita bisa menggunakan timer, tekan lalu diamkan.
  7. Biasanya bulb dilakukan pada malam hari untuk mendapatkan efek lampu lebih maksimal. Atau jika ingin uji coba bisa dilakukan dikamar dengan keadaan gelap.
  8. Jika ingin memotret lintasan jalan raya sebaiknya pilihlah waktu dimana masih banyak kendaraan lewat.
  9. Kita bisa melukis nama, atau bentuk dengan cahaya seperti senter, kembang api, atau lampu kecil.
  10. Terus mencoba sampai gambar yang anda inginkan bisa diperoleh!

tehnik BULB

Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tehnik BULB?
 
  1. Tripod wajib, kecuali anda ingin menghasilkan foto abstrak yang tidak ada seorangpun yang tahu maksudnya. 
  2. Gunakan Remote Shutter Release dengan mekanisme pengunci.
  3. Timer, cukup gunakan timer di smartphone anda.
  4. Usahakan memakai ISO yang serendah mungkin.
  5. Batere cadangan, memotret dengan lama exposure sampai menit menguras batere kamera, jadi siapkan cadangannya
 
Kapan Mode Bulb Dipakai?
 
Beberapa situasi pemotretan yang membutuhkan pemakaian mode bulb, antara lain:
 
  1. Saat memotret kembang api.
  2. Saat anda memotret trail of light: lampu mobil maupun jejak bintang.
  3. Saat akan memotret didalam gelap malam menggunakan setting bukaan kecil macam f/11 sampai f/22.
  4. Saat anda ingin foto light painting.
  5. Saat ingin membuat foto petir.
  6. Saat ingin memotret benda-benda angkasa (astrophotography).S
  7. Saat ingin memotret long exposure diatas 30 detik.

Rabu, 22 April 2015

Tips Fotografi Potrait

Penggambaran Subyek
Dengarkan diri Anda dari hati, mungkin menjawab fakta apa yang menarik orang untuk penggambaran subjek . kita tidak cenderung untuk memotret segala sesuatu yang kita temui di jalan-jalan, ada fitur yang berbeda dalam manusia yang mendesak seorang fotografer untuk memulai menunjuk kamera. Menemukan aspek ini dalam fotografi portrait membentuk sifat dasar untuk menjadi satu. Terutama jika Anda adalah Fotografer Street fotografi sifat ini untuk menangkap subjek Anda adalah atribut penting. Warna, Cahaya atau tindakan yang mungkin mengejutkan Anda, kontras yang kekal atau kerendahan hati yang halus, tindakan yang mungkin emotif atau beberapa karakter fenomenal. Pilih dengan bijak. Ingat setiap wajah yang Anda foto pasti portrait tetapi untuk menangkap sesuatu yang menarik itu perlu berkelas.

Sense of being
Bagaimana Anda mendekati mereka tanpa mengganggu karakter yang mereka tunjukkan saat Anda melihat mereka untuk penggambaran subjek . Hal ini bisa dibilang tahap yang paling sulit dalam menangkap portrait apapun. Untuk membuat mereka nyaman sebelum difoto dan kembali mendapatkan sense of being (rasa) ke sebuah foto benar-benar tugas yang menakutkan. praktek ini seni bersosialisasi dan cenderung untuk mendapatkan persetujuan ini lebih sering di dalam hati bukan lisan. Itu hanya terjadi pendekatan dan setiap langkah Anda mendekat dalam menuju subjek Anda sangat akan mengubah suasana dari adegan. Pilih langkah Anda dengan bijaksana, bertindak sesuai dengan reaksi mereka awalnya Anda mungkin ingin mendapatkan kepercayaan mereka sebelum Anda menunjukkan pada mereka kamera Anda.

Suasana dan mood
Tetap sadar untuk cahaya dan suasana di lingkungan. Cahaya dapat membawa kebaikan atau merusak portrait yang baik untuk tidak menjadi sangat baik yang dapat bertindak melawan kehendak karakter. Berpikir seperti seorang seniman, fotografer harus tahu apa yang terbaik terhadap penggambaran karakter . Misalnya subyek terang benderang menunjukkan karakter yang intens dengan sikap yang kuat, sedangkan portrait cahaya rendah bisa lebih bahagia. emotif dan gloomy menerjemahkan mood dan suasana sesuai untuk merekam bagian di dalam bingkai.

Karakter
Memilih subjek yang tepat dengan suasana artistik saja tidak menjamin portrait berkelas. Cobalah untuk tidak mengganggu ekspresi mereka sebelum menunjukkan lensa Anda, tanyakan pada diri Anda menjadi kreatif apa yang Anda pikirkan agar dapat karakter dan emosi apa adanya dari mereka. Ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak mendapatkan hal itu di bingkai, berbicara kepada mereka membuat mereka ingat sesuatu. Manusia cenderung untuk menunjukkan karakter yang indah dan emosi yang indah ketika Anda berinteraksi dengan cara yang benar, cara master. Ingat interaksi ini tidak perlu berbentuk lisan, setiap langkah yang Anda lakukan dengan kamera Anda memiliki dampaknya pada wajah subjek.

Teknik Wild Life Photography

1. Pilih mode yang tepat 
Pilih mode Aperture Priority dan putar aperture lebar (nomor f rendah, seperti f/5.6 atau f/6.3). Ini akan membantu untuk mem-blur-kan latar belakang dan menambahkan kecepatan rana untuk kondisi pencahayaan. Meningkatkan ISO untuk memberikan kecepatan rana sekitar 1/500 sec untuk potret burung.

2. Fokus hati-hati 
Jika Anda mengambil potret hewan, pilih Single-shot atau Single-Shot AF, dan menggunakan titik AF tunggal untuk fokus di mata mereka. Jika Anda memotret burung terbang atau hewan yang bergerak cepat, memilih untuk mode terus-menerus atau AI Servo AF, karena hal ini akan memfokuskan lensa untuk menjaga subjek tajam.

3. Gunakan mode drive tercepat kamera
Gunakan mode drive tercepat kamera untuk menangkap urutan gambar. karena ini akan memastikan buffer kamera - di mana ia menyimpan gambar sebelum menyalin ke kartu memori - tidak bisa diisi terlalu cepat, dan kamera akan selalu siap beraksi.

Low angle dan live view 
Kamera dengan layar LCD putar membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan gambar tingkat rendah, seperti yang Anda dapat mengaktifkan Live View, kemudian menempatkan kamera di permukaan tanah dan layar menghadap ke atas .

Pilih lokasi fotografi satwa liar yang tepat
Sebagian besar dari kita tidak memiliki waktu untuk mengejar satwa liar di sekitar perkampungan. Kabar baiknya adalah bahwa ada banyak lokasi yang dapat diakses menyajikan kesempatan untuk mendapatkan dekat dengan alam (dan foto itu) tanpa harus pergi ke tempat jauh.
Sebuah taman kota, kebun binatang, kolam atau cagar alam memberikan kesempatan sempurna untuk itu.


Hewan-hewan yang akan Anda temukan di lokasi yang baik dikunjungi seperti ini akan lebih terbiasa dengan orang, yang memungkinkan Anda untuk mendekati tanpa harus kamuflase.

Cara memotret satwa liar di taman


Anda tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menangkap gambar kreatif makhluk liar. Bahkan, banyak di taman juga bisa anda ditemui.
Seperti jenis lain fotografi satwa liar, Anda akan membutuhkan lensa tele dan tripod yang layak untuk pendukungnya. Seperti burung kecil, kecuali Anda dapat menarik mereka lebih dekat dengan pengumpan, Anda akan melihat sebuah focal length di wilayah 300-500mm untuk frame tembakan.

Di sinilah sensor kecil  APS-C yang ditemukan di sebagian besar DSLR terbukti menguntungkan. Sebuah sensor APS-C menangkap area yang lebih kecil dari gambar yang diproyeksikan oleh lensa dari sensor full-frame tidak bisa, jadi subjek tampak lebih besar dalam gambar.

Ini untuk alasan ini bahwa Anda perlu menerapkan 'panjang focal multiplier' dari salah 1.5x (untuk Nikon) atau 1.6x (untuk Canon) untuk di efektif focal length.
Jadi, lensa 300mm pada kamera APS-C memberikan bidang pandang setara sebagai lensa 480mm pada kamera full-frame.

 
Latar belakang blur 
Selain memberikan Anda lebih banyak jangkauan, lensa tele memberikan Anda kontrol lebih besar ataslatar belakang blur, semakin panjang lensa semakin blur. Taman biasanya tampak ramai dengan pohon, daun dll, sehingga memilih latar belakang bersih adalah mutlak. Pilih aperture lebar untuk membuat sebagian besar efek ini.

Fotografi Still Life



Still Life fotografi memiliki banyak kegunaan. Mungkin Anda ingin mengambil gambar dari cangkang yang indah atau mungkin mengambil gambar dari produk yang Anda jual di toko online. Alasan lain untuk belajar fotografi still life mungkin termasuk menjual download foto still life di situs microstock atau majalah makanan. Tidak peduli apa alasan Anda, fotografi still life adalah keterampilan yang bagus untuk belajar.


Mencari Angle Yang Baik

Alih-alih menembak dari tinggi badan Anda, memegang kamera sehingga sejajar dengan subjek Anda. Anda juga harus mencoba menembak dari berbagai sudut yang berbeda. Mudah-mudahan Anda dapat mulai menerapkan kiat still life fotografi ini segera sehingga Anda dapat mulai melihat perbedaan dalam kualitas gambar still life Anda.

Kecuali Anda memotret produk tertentu atau gambar untuk tugas majalah, subjek untuk fotografi still life Anda tidak terbatas. Meskipun kepercayaan umum, fotografi still life tidak terbatas pada gambar hanya apel dan anggur. Bahkan sesuatu seperti gulungan benang dapat menarik dan menarik secara visual. Situs microstock seperti Shutterstock dan iStock yang melayani pengguna komersial memiliki permintaan yang tinggi untuk segala macam still life , sering benda yang sangat sederhana, sepertisecangkir teh atau kunci.

Orang sering kali berpikir still life fotografi sebagai jauh lebih mudah daripada jenis lain fotografi seperti olahraga atau fotografi landscape. Dengan still life Anda memiliki kontrol penuh atas komposisi dan dapat mengatur benda mati persis bagaimana Anda inginkan mereka.

Dan kadang-kadang, kualitas gambar still life yang baik bisa menjadi lebih menantang untuk foto. Itu karena mereka dekat sehingga mudah untuk melihat ketidaksempurnaan seperti noda pada sepotong buah yang biasanya akan berlalu tanpa diketahui.




Pencahayaan Untuk Still Life Fotografi

Fotografer profesional biasanya menggunakan soft box atau kotak cahaya untuk memotret still life mereka. Meskipun soft box dapat membantu banyak, tapi tidak mutlak diperlukan untuk mendapatkan hasil yang baik. Namun tujuan dari alat-alat pencahayaan adalah untuk memberikan cahaya pada subjek.

Anda juga bisa mendapatkan kualitas yang baik cahaya dengan membuat foto Anda di luar ruangan. Saat mendung atau langit cerah dapat menciptakan efek soft box alami tanpa ada bayang-bayang yang keras.

Menyusun Foto Still Life 

Saat membuat foto still life , Anda perlu mengatur objek dalam komposisi menyenangkan. Anda harus mempertimbangkan menggunakan teknik komposisi klasik seperti "Rule of Thirds," "leading lines" atau "framing" untuk ide-ide tentang bagaimana menyusun terbaik gambar Anda. seni mengatur objek, dan gunakan imajinasi Anda. Misalnya, jika Anda mengambil gambar apel mencoba mengambil atau menggigit itu untuk memberikan beberapa bunga yang ditambahkan.

Hari Kedua Pekan Ilmiah, Isu Kontrak Migas Perlu Mendapatkan Perhatian Lebih

ImageIsu seputar permasalahan minyak bumi dan gas alam (migas) di Indonesia menjadi tema perbincangan yang seperti tidak ada habisnya, mulai dari fluktuasi harga migas, eksploitasi dan eksplorasi migas oleh perusahaan asing, kerusakan alam yang ditimbulkan, bahkan sampai pada ditemukannya mafia dalam proses pengelolaan migas. Permasalahan itu sejatinya bukan hanya berkaitan dengan bisnis ekonomi semata, namun lebih pada unsur politik, kekuasaan, dan juga hubungan internasional.
Padahal menurut Undang-undang yang sudah disahkan, segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak (dalam hal ini termasuk migas) harus dikelola oleh negara, dan digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Perbedaan yang signifikan terkait dengan yang seharusnya terjadi dan yang senyatanya ada pada industri migas membuat beberapa pengamat tertarik untuk membahas hal itu, termasuk Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII).
Program Pascasarsarjana FH UII hari ini (21/4) menyelenggarakan Talkshow bertemakan Pergeseran Hak Menguasai Negara dalam Kontrak Migas dengan menghadirkan pembicara dari Praktisi Hukum yang sekaligus Alumni FH UII Junaidi Albab Setiawan M.CI., dan Mahasiswa Pascasarjana FH UII Rizkia Amalia SP., SH., dan dimoderatori oleh Dosen Pascasarjana FH UII Dr. Siti Anisah. Selain pembicara tampak hadir pula Ketua Program Pascasarjana FH UII Agus Trianta MA., Ph.D.
Junaidi Albab pada kesempatan tersebut banyak memaparkan kondisi terkini pengelolaan migas di Indonesia, menurutnya cadangan migas yang dimiliki Indonesia saat ini hanya akan mampu bertahan sampai dengan 11 tahun kedepan. “Tentu kita semua tidak akan meninggalkan energi yang cukup untuk anak cucu kita apabila dari sekarang kita tidak memikirkan alternatif pengganti migas”, ungkapnya.
Selebihnya Rizki Amalia menambahkan terkait dengan dinamika hak menguasi negara dalam perkembangan kontrak migas Indonesia dan juga beberapa upaya bisa dilakukan dalam rangka pemanfaatan migas bagi kemakmuran rakyat.
Pada dasarnya Talkshow ini merupakan hari kedua dari rangkaian acara Pekan Ilmiah yang diadakan oleh Pascasarjana FH UII bertempat di Auditorium Pascasarjana FH UII selama lima hari kedepan (20-25/4).

Selasa, 21 April 2015

Dokter Muda UII Diharapkan Mampu Integrasikan Keyakinan dan Kebenaran Mutlak

Image
Profesi dokter seringkali dilihat sebagai salah satu profesi terpandang di mata masyarakat karena selain memiliki kompetensi keahlian yang mumpuni, dokter juga memiliki tugas mulia sebagai pejuang kemanusiaan. Di Fakultas Kedokteran (FK) UII, terdapat satu lagi nilai yang selalu ditekankan pada para mahasiswanya yang sekaligus menjadi keunggulan dokter lulusan UII. Keunggulan tersebut adalah nilai ke-Islaman yang menjadi pedoman bagi setiap civitas akademika FK UII. Tak terkecuali, bagi dokter muda UII yang akan menempuh pendidikan klinis di rumah sakit daerah.
Selama mengabdi, mereka pun diminta untuk mampu menunjukkan kualitas sebagai dokter Muslim yang profesional, berakhlak mulia dan selalu memohon petunjuk Allah dalam setiap pengambilan keputusan medis. Seperti tergambar dalam suasana Pengambilan Janji Dokter Muda UII yang berlangsung di Auditorium FK UII, Kamis (20/4). Sebanyak 43 dokter muda UII diambil janjinya dan siap mengikuti pendidikan klinis di rumah sakit pendidikan.
Disampaikan Wakil Rektor UII Dr. Ing. Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA.,IAI.,dalam menjalani proses pendidikan klinis di Rumah Sakit Pendidikan para dokter muda diharapkan mampu mempelajari serta mengintegrasikan antara keyakinan-keyakinan berdasarkan diagnosis dengan kebenaran dari Allah. “Ada satu hal yang harus dikejar yaitu ilmu itu sendiri. Dalam konteks ini adalah integrasi antara keyakinan-keyakinan dengan kebenaran. Dokter memberikan diagnosis yang bermacam-macam sesuai keyakinan mereka, sedangkan ada satu sisi lain yaitu kebenaran yaitu kebenaran Tuhan, disitulah ilmu perlu diungkap oleh para dokter muda saat berada di Rumah Sakit Pendidikan.” Papar Dr. Ilya.
Dr. Ilya menambahkan, para calon dokter lulusan UII sangat diharapkan akan mampu menghasilkan satu ilmu yang merupakan akumulasi integrasi antara keyakinan dan kebenaran mutlak yang dieksplorasi dengan kedekatannya dengan Allah. Ia menegaskan bahwa kebenaran hakiki hanya akan diperoleh jika dokter-dokter lulusan UII memiliki kedekatan dengan Tuhan. “Karena kebenaran hakiki itu tidak dapat hanya didapat dengan belajar dari buku-buku tapi dengan kedekatan hati dengan Allah.” Jelas Dr. Ilya.
Dekan FK UII dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK., menyampaikan realita yang akan dihadapi ketika menempuh pendidikan klinis di Rumah Sakit Pendidikan yaitu para dokter muda akan banyak berinteraksi dengan orang-orang berbeda-beda, tidak hanya pasien namun juga staf di rumah sakit. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya menjaga hubungan muamalah yang baik agar proses pendidikan berjalan lancar.
Banyaknya hal yang di hadapi selama pendidikan klinis diharapkan memacu mereka para calon dokter muda dalam meningkatkan kemampuan medisnya. Dr. Linda juga mengingatkan agar dokter muda UII dapat menjaga nama baik kampus di manapun mereka berada. Seluruh Dokter Muda yang diambil janjinya pada hari ini akan menjalani pendidikan klinis di RSUD Sragen yang sudah menjalin kerjasama dengan UII sejak tahun 2006.

Senin, 20 April 2015

Pesantren UII Raih Juara Umum Festival Timur Tengah 2015

ImageJumat malam (17/4), merupakan malam bersejarah bagi kontingen Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (UII) yang mewakili UII dalam ajang Festival Timur Tengah (FTT) di Universitas Indonesia Depok. Kontingen yag terdiri dari Hanif Rahmat, Ahmad Musaddad  Husain, Saiful Aziz, Tiyas Kurnia Sari, Wafa’,  Siti Annisa Rahmayani, Muhammad Alim Hanafi dan Tubagus Sukron Tamimi (official) berhasil menyabet gelar juara umum kategori mahasiswa untuk pertama kali sejak FTT diadakan pada Tahun  2009.
Sebagaimana diketahui, Festival Timur Tengah (FTT) merupakan festival kebudayaan tahunan tingkat nasional yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Mengambil tagline “Harmoni Irama Padang Pasir“,  FTT ke-6 kali ini menyuguhkan berbagai acara dan perlombaan, diantaranya Teater Amal, Seminar Musik Timur Tengah, Screening Film Timur Tengah, Arabian Scholarship, Career Expo, Lomba Pidato, Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Makan Kebab, Lomba Kaligrafi, Lomba Essay, Lomba Menyanyi Arab, dan  Stand Up Comedy.
Riuhnya acara FTT sebenarnya sudah tercium sejak festival ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIB UI, Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, M.A. yang langsung disambut tepuk tangan meriah oleh beberapa Duta Besar dan perwakilan negara-negara kawasan Timur Tengah, perwakilan PEMDA Depok, segenap sivitas akademik FIB UI serta 18 kontingen universitas se-Indonesia
.
Dalam 4 hari jalannya acara, persaingan kompetisi nampak begitu kuat. Hal ini dibuktikan dengan raminya setiap perlombaan dengan sorak-sorai suporter tiap  kontingen hingga membuat panitia harus menenangkannya. Menurut salah seorang panitia acara, terkait dengan  perebutan juara umum kategori mahasiswa. UII sebenarnya bersaing ketat dengan UI, UNPAD, dan Universitas Trunojoyo. Namun, lantaran semua kontingen Pesantren UII tampil cukup  bagus, hal ini menjadikan nilai kumulatif Pesantren UII tertinggi. Dimana koefisien nilai tertinggi disumbangkan oleh tim debat pesantren UII yang diwakili Saiful Aziz (FIAI), Tiyas Kurnia Sari (FE), Wafa’ (FPSB),  yang menjadi juara 1 kategori Debat , kemudian Hanif rahmat (FMIPA) Juara 3 Essay disusul Ahmad Musaddad Husain (FE), Muhammad Alim Hanafi (FTSP), dan Siti Annisa Rahmayani (FIAI).
Disisi lain, Tiyas begitu biasa dipanggil, menyambut bahagia kemenangan ini. Mahasiswi Program Studi Akuntansi International Program 2014 ini berujar bahwa kemenangan sebenarnya bukanlah tujuan utama dalam mengikuti festival ini, namun lebih kepada sebuah kesempatan untuk mengasah dan mengukur kemampuan dalam berbahasa arab. Namun apabila ada kemenangan yang di dapatkan itu adalah buah manis dari usaha tulus yang telah diupayakan. Selain itu, Saiful Aziz selaku ketua kontingen mengungkapkan ucapan trimakasih kepada pihak Rektorat, Dekanat, Pondok Pesantren UII, Serta pihak-pihak yang mendukung secara materil maupun moril.

Kamis, 02 April 2015

Profesi Appraisal Beri Peluang Menjanjikan bagi Akuntan

Image
Semakin kompleksnya perkembangan kehidupan ekonomi memberikan peluang munculnya diversifikasi profesi untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada. Jika dulu profesi akuntan cenderung dipahami hanya memiliki peran terbatas dalam keuangan perusahaan, kini profesi tersebut memiliki cakupan peran yang lebih luas. Salah satunya adalah pengenalan profesi appraisal bagi para akuntan.
Profesi ini dinilai belum banyak dilirik oleh para akuntan Indonesia. Padahal dalam sistem ekonomi global khususnya di Amerika atau Eropa, profesi appraisal bagi akuntan termasuk dalam jajaran posisi penting yang banyak diminati. Hal ini dikarenakan profesi tersebut juga memiliki peran yang tak kalah penting dibanding akuntan untuk menilai aset atau keuangan perusahaan.
Demikian gambaran yang muncul dalam penyelenggaraan seminar bertajuk "Peluang dan Eksistensi Profesi Akuntan sebagai Appraisal dalam Implementasi Konvergensi IFRS 2015". Seminar nsional yang digelar oleh mahasiswa Prodi Akuntansi UII ini menghadirkan pembicara level nasional yang relevan dengan isu tersebut. Bertempat di Ballroom Amarta, Hotel Melia Purosani pada Sabtu (28/3), para peserta diajak memahami tema yang diusung lewat paparan mendalam para pembicara.
Seminar dibuka dengan penyampaian materi oleh pembicara pertama, Rosita Uli Sinaga, SE, Ak, MM, CPA, CA yang mengangkat tema perkembangan konvergensi IFRS di Indonesia. Disampaikan Rosita Uli yang juga sebagai Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bahwa saat ini Indonesia tengah melakukan penyesuaian standar akuntansi keuangan dengan standar yang berlaku secara global. "Standar yang dikenal dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) semakin mendesak untuk diadopsi karena tuntutan perekonomian nasional yang semakin banyak bersinggungan dengan perekonomian global", ujarnya.
Ditambahkan oleh bahwa implikasi adanya konvergensi IFRS tersebut juga berpengaruh pada penentuan konsep nilai wajar yang selama ini berlaku dalam PSAK. "Tantangan penggunaan nilai wajar yang sering kita hadapi, seperti kondisi pasar Indonesia yang relatif tidak liquid dan pemahaman konsep nilai wajar, serta kesiapan akuntan publik itu sendiri", jelas wanita yang telah lama berkarir sebagai akuntan tersebut.
Diharapkan melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, para mahasiswa akuntansi UII dapat lebih adaptif dan responsif dalam melihat tren perkembangan profesi akuntansi yang sangat beragam. Dengan demikian mereka dapat segera memanfaatkan peluang perubahan tersebut sehingga berhasil memenangkan kompetisi dan eksis dalam dunia lapangan kerja.

Bangunan Negara Demokratis Membutuhkan Landasan Konstitusi

Image
Keberadaan negara saat ini telah mengalami pergeseran makna di mana negara tidak lagi semata-mata menjalankan peran sebagai pengatur namun lebih sebagai fasilitator yang menyediakan fasilitas bagi warga negara untuk memenuhi hak-haknya. Konsekuensinya adalah negara harus memiliki corak sistem sosial politik demokratis yang melindungi hak asasi manusia warganya dan memajukan kesejahteraan bersama.
Namun demikian untuk membangun negara dengan cita-cita mulia tersebut dibutuhkan adanya landasan hukum berupa konstitusi yang memayungi cita-cita pendirian sebuah negara. Konstitusi haruslah memiliki visi jangka panjang sehingga tidak berubah-ubah dalam waktu yang singkat.
Sebagaimana tersirat pada Kuliah Umum Sistem Ketatanegaraan Pasca Amandemen UUD 1945 di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Senin (30/3). Hadir sebagai pembicara Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara UII, Prof. Mahfud MD. Kuliah umum diikuti mahasiswa S1 Fakultas Hukum UII angkatan 2014.
Prof. Mahfud MD berpendapat bahwa untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis dibutuhkan landasan hukum berupa konstitusi atau undang-undang dasar. Seiring berjalannya waktu konstitusi ini selalu bersinggungan dengan perubahan zaman dan kondisi sosial politik sehingga ada hal-hal yang tidak lagi relevan dengan perubahan ini.
Disampaikan Prof. Mahfud, MD berkenaan dengan hal perubahan UUD, bukan soal benar atau salah, bukan soal baik atau buruk tetapi merupakan kesepakatan dari resultante karena apapun hasilnya pasti ada yang mengkritik bahkan menolak. "Tidak harus ikut atau tak ikut teori hukum tapi membuat resultante sendiri, Setiap UUD di Negara memiliki nilai domestiknya sendiri." ujarnya.
Menurut Prof. Mahfud MD, perubahan konstitusi adalah hal yang wajar. "Kewajaran bahkan keniscayaan karena konstitusi adalah produk kesepakatan. Yakni kesepakatan para pembentuk bangsa yang sah," ungkapnya.
Lebih lanjut ditambahkan Prof. Mahfud MD, hukum masa lalu tidak dapat dipaksakan ke masa kini, karena menurutnya situasinya sudah berbeda, seperti bagaimana kondisi sosial budaya saat ini berbeda bila dibandingkan dengan kondisi di masa lalu. "Konstitusi dapat berubah sesuai waktu dan tempat," ungkapnya.

Rabu, 01 April 2015

Ikuti Pertukaran Pelajar, Mahasiswa UII Pelajari Metode Pengolahan Air Limbah di Jepang

Image
Terus menurunnya kualitas air di sekitar wilayah Yogya akibat pencemaran limbah industri rupanya menjadi sorotan mahasiswa Teknik Lingkungan UII. Dua orang mahasiswa UII, yakni masing-masing Adam Ikhya Alfarokhi dan Anandhitya Rheza Adrian kemudian konsen mendalami penelitian yang berfokus pada upaya pemulihan kualitas air dengan metode-metode tertentu. Ketekunan dua orang mahasiswa UII tersebut dalam meneliti ternyata membuahkan prestasi di mana keduanya mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama 1 bulan ke Hokkaido University, Jepang.
Dalam masa mengikuti pertukaran pelajar yang singkat ini mereka benar-benar memanfaatkannya untuk memperdalam penelitian tentang air yang pernah mereka geluti di UII. Upaya ini juga mendapat dukungan dari sivitas akademika Hokkaido University, Jepang yang tertarik membantu penelitian mereka.
Sebagaimana disampaikan oleh Adam Ikhya kepada Humas UII ketika ditanya apa saja aktifitas yang mereka lakoni selama berada di negeri sakura. "Selama di Jepang kami mempelajari tata cara pengembalian kualitas air melalui sistem adsorpsi dan berkonsentrasi pada pembuatan adsorben baru yang berbiaya rendah (low cost treatment)”, tuturnya membuka pembicaraan.
Ia menambahkan selama melakukan penelitian, mereka banyak didorong oleh sivitas akademika Hokkaido University. "Ada Prof. Shunitz Tanaka dan para senpai dari mahasiswa tingkat master yang selalu memberikan bimbingannya kepada kami. Dari mereka kami dapat belajar secara langsung dan mendalam tentang bagaimana mengembalikan kualitas air dengan sistem adsorpsi”, terangnya.
Ketika ditanya tentang pelajaran apa yang dapat mereka petik dari perjalanan student exchange ini, rekannya Anandhitya Rheza menilai bahwa Jepang adalah negara yang menaruh perhatian besar terhadap riset dan pengembangan teknologi.
"Tidak mengherankan jika negerinya maju pesat karena dukungan kelengkapan fasilitas seperti laboratorium dan peralatan-peralatan di dalamnya sangat membantu peneliti dalam melakukan riset”, ujarnya. Adapun ilmu lain yang juga mereka petik selama belajar di lab, seperti electrokinetic remediation dan adsorption dengan memakai magnetic chitosan berbahan lokal bambu Jepang.
Di samping itu, kedua mahasiswa UII ini juga melihat bahwa sebenarnya nilai-nilai positif yang ada di Jepang, seperti budaya belajar, semangat bekerja, dan disiplin dapat pula diterapkan di Indonesia. “Tentunya ini membutuhkan konsistensi kita sendiri dan semangat untuk terus menjadi lebih baik”, tambahnya.
Pasca merampungkan student exchange, terbuka kesempatan bagi keduanya untuk melanjutkan studi tingkat S2 di universitas yang sama, khususnya di Faculty of Environmental Science. Seperti dipesankan oleh Prof. Tanaka kepada keduanya sambil memberi semangat.
"Kami berharap kalian berdua dapat melanjutkan studi di sini, namun kalian juga harus siap bersaing dengan para mahasiswa yang berasal dari negara-negara lainnya”, pesannya.

UII dan Pemerintah Kota Yogyakarta Tandatangani MoU Pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi

ImageUniversitas Islam Indonesia (UII) dan Pemerintah Kota Yogyakarta sepakat melakukan kerjasama dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangananMemorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dan Walikota Yogyakarta yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Kota Yogyakarta MK Poncosiwi di Kantor Walikota Yogyakarta pada Senin (30/3).
Beberapa point kerjasama yang disepakati adalah kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat seperti yaang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa daerah di Kota Yogyakarta seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Di samping itu, kerjasama juga meliputi aspek Dakwah Islamiyah, dan program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Poncosiwi menyambut baik kerjasama tersebut, ia menyampaikan bahwa di antara hal yang masih menjadi masalah di Kota Yogyakarta adalah masih tingginya angka kemiskinan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual pada anak-anak. Terkait pengentasan kemiskinan, Ia berharap peran serta UII membantu menurunkan angka kemiskinan di Yogyakarta dengan program-program yang terukur."Ada banyak masyarakat yang miskin, renta terkadang kami tidak bisa menjangkau, harapannya dengan masuknya UII bisa diukur sebelum ada UII angkanya berapa dan setelah UII masuk jadi berapa, kalau begitu kan bagus yang miskin-miskin bisa berkurang." Papar Poncowati
Peningkatan fungsi keluarga dan agama juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta mengingat semakin tingginya kasus KDRT dan pelecehan seksual terhadap anak-anak. "Kita ingin mengembalikan fungsi keluarga dan agama untuk memperbaiki perilaku dan menjaga anak-anak dari pelecehan seksual." Ujar Poncosiwi.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. menjelaskan bahwa di bidang dakwah islamiyah, terdapat beberapa program yang dapat dilakukan oleh UII seperti menjalin kerjasama dengan para pemilik kos untuk memberikan pembinaan keagamaan kepada mahasiswa yang tinggal di kos.
Di samping itu, masyarakat umum juga dapat berkonsultasi terkait permasalahan di dalam keluarga kepada Pusat Studi Anak dan Keluarga (PUSKAGA) yang dimiliki oleh UII. "Di tempat kami ada Pusat Studi yang khusus menangani anak dan keluarga, siapapun bisa kalau mau menitipkan anak atau berkonaultasi." Papar Dr. Harsoyo.
Wakil Rektor III Dr. Abdul Jamil, S.H., M.H., menambahkan, kegiatan dakwah islamiyah juga dapat berupa penyediaan tenaga Dai untuk menjadi penceramah di masjid-masjid. "UII mempunyai Bank Dai sehingga kalau dibutuhkan kami bisa menyediakan Dai". Ujar Dr. Jamil
"Kami juga memiliki lembaga yang dapat membantu masyarakat yang memiliki masalah hukum termasuk KDRT tadi, bahkan kalau yang melaporkan itu tidak mampu dari segi finansial kami akan bantu." Jelas Dr. Jamil menanggapi permasalahan KDRT yang diungkapkan Poncosiwi.
Sebagaimana diketahui bahwa sebelum penandatanganan MoU, segenap pimpinan UII yang dipimpin Rektor UII telah melakukan audiensi dengan Gubernur DIY serta beberapa Pimpinan Daerah DIY seperti Walikota Yogyakarta, Bupati Sleman dan Bupati Bantul. Audiensi tersebut bertujuan untuk bersilaturahim dan menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerjasama antara UII dan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah.

Selasa, 03 Maret 2015

Tips Salah Fokus

1. Tekan tombol shutter setengah untuk mengaktifkan autofokus

Atur autofocus kalian ke bagian tengah, dan kemudian arahkan ke area dimana Sobat ingin fokuskan, dan tekan tombol shutter setengah (jangan menekan sepenuhnya) untuk memulai autofocus. Tetap tekan tombol shutter setengah jalan, sembari Sobat mengkomposisikan gambar, dan tekan sepenuhnya untuk mengambil foto.

2. Alihkan ke manual focus setelah autofocus

Gunakan autofocus seperti biasanya, tetapi ketika kamera menemukan titik fokus yang kita inginkan, rubah pengaturan fokus pada lensa menjadi manual. Lensa akan tetap pada titik fokus tersebut. Metode ini bisa bekerja dengan baik ketika kamera kalian berada di atastripod dan ketika Sobat mengambil multiple exposure di titik yang sama, seperti pada saat memotret landscape.

3. Gunakan tombol autofokus yang ada di bagian belakang kamera.

Auto fokus normalnya bekerja ketika Sobat menekan tombol shutter setengah jalan, tetapi dengan tombol fokus autofocus back-button, Sobat harus menekan tombol tersebut untuk mendapatkan kendali penuh pada saat autofocus bekerja.

Dengan menggunakan back-button, Sobat cukup mengatur autofocus di bagian tengah, kemudian arahkan ke area fokus yang kalian inginkan, dan tekan tombol back-button autofocus untuk memfokuskan ke titik tersebut secara otomatis, jadi kamera tidak lagi menentukan fokus secara acak di bagian background.


Sobat bisa melakukann hal yang sama tanpa tombol back-button autofocus dengan merubah ke fokus manual setelah kemara terfokus denganbenar, tetapi dengan menggunakan tombol atau fitur ini tentunya akan menghemat waktu dan dengan cara ini Sobat tidak perlu lagi merubah pengaturan autofocus ke manual fokus.

Tombol autofocus back-button ini sangat berguna ketika memotret subyek yang bergerak, seperti burung yang sedang terbang. Tipsnya adalah gunakan mode continuous fokus, atur titik fokus di bagian tengah, dan tekan back-button autofocus. Sekarang Sobat tidak perlu lagi khawatir ketika menekan tombol shutter ketika subyek tersebut bergerak.

Bagaimana mengaktifkan fitur back-button autofocus? Fitur ini bisa beragam di setiap merk kamera, jadi cobalah untuk membuka kembali buku manual kalian, atau jika tidak, carilah tombol di sekitaran bagian belakang kamera kalian.

Senin, 02 Maret 2015

Pengertian White Balance Kamera

Auto – Dalam mode kamera mendeteksi cahaya dan membuat penyesuaian sendiri, di luar kendali penggunanya. Kebanyakan, mode Otomatis akan bekerja dengan baik, tapi kadang-kadang tidak dapat menghasilkan hasil yang diinginkan.
Flash – flash mode digunakan ketika Anda menggunakan flash untuk mengambil gambar. Mode ini mengkompensasi cahaya dingin dari flash dengan memasukkan warming efect dalam gambar.
Tungsten – Tungsten mengacu pada bola lampu, dan biasanya ditunjukkan oleh simbol yang terlihat seperti bola lampu kecil. Karena kita menggunakan lampu di rumah-rumah kita untuk penerangan, mode ini banyak digunakan untuk fotografi indoor. Bola lampu biasanya menghasilkan cahaya hangat (kuning pucat) dan dalam mode kamera ini memasukkan efek pendinginan (agak biru).
Fluorescent – fluorescent mengacu pada lampu sekarang yang banyak kita gunakan, atau lebih dikenal dengan lampu neon. Lampu ini menghasilkan cahaya yang kebiruan dibandingkan dengan bola lampu tungsten yang berwarna kuning. Seperti mode Tungsten, mode ini juga digunakan di dalam ruangan. Mode Fluorescent mengkompensasi efek dingin lampu neon dengan memasukkan sedikit warna hangat pada gambar.
Daylight – Mode ini diwakili dengan simbol yang terlihat seperti matahari. Sinar matahari dianggap cahaya sejati dan digunakan sebagai referensi untuk membuat mode lainnya. Mode ini berguna dalam mengambil gambar di bawah sinar matahari.
Shade – Mode ini berguna dalam mengambil gambar di luar ruangan tapi di area yang teduh. Daerah teduh ini bisa berada di sisi sebuah bangunan, di teras rumah, atau di bawah pohon. Sumber sebenarnya dari cahaya dalam hal ini adalah matahari, tapi bukan sinar matahari langsung. Saat teduh hanya sedikit lebih dingin dari sinar matahari langsung, mode ini akan mengkompensasi dengan memasukkan sedikit warna hangat pada gambar.
Cloudy – Seperti namanya, mode ini biasanya digunakan pada saat hari berawan atau mendung ketika sinar matahari tidak langsung dan terhalang oleh awan. Mode ini menciptakan sedikit warming effect pada gambar.

Tips Foto Makro Tetesan Air

Gambar tetesan atau percikan air sangat menarik untuk dilihat dan cukup mudah untuk dibuat. Anda mungkin sering melihat beberapa foto tetesan atau percikan air yang sangat bagus. Foto-foto ini tidak terlalu sulit untuk didapatkan selama anda memiliki kesabaran dan peralatan yang tepat.
Pertama-tama, ada tiga jenis utama dari fotografi kecepatan tinggi: Burung atau serangga yang sedang terbang, serta tetesan air. Dua hal yang pertama memerlukan peralatan khusus, sedangkan air tidak. Berikut adalah beberapa peralatan yang harus anda siapkan:
  • Body kameraa
  • Sebuah lensa yang memungkinkan fokus jarak dekat. Lensa yang ideal adalah makro
  • Sebuah tripod atau permukaan kuat dan kokoh untuk meletakkan kamera.
  • Sebuah flashgun atau anda dapat mencoba menggunakan built in flash. Tetapi, flashgun akan terbukti lebih efektif
  • Sebuah nampan, wajan atau apapun yang berwarna hitam dengan tinggi 2 cm atau lebih yang cukup besar untuk menampung air.
  • Sebuah kantong plastik yang akan menyimpan air yang menetes.
  • Sebuah background berwarna.
Permulaan
Kamera harus diposisikan di depan air akan menetes, yaitu sekitar 2 – 3 cm di atas permukaan air, dan berjarak sekitar 15 – 20 cm jauhnya. Kemudian, tempatkan background dibelakang nampan. Jadi konsepnya yaitu kamera, kemudian nampan lalu background dalam satu baris. Sekarang flash-nya. Flash harus diposisikan di sisi kanan di mana air akan memetes dengan menggunakan kabel, dan menghadap ke arah background. Flash akan memantul dari background – memberikan warna yang bagus, tergantung kepada warna background yang anda pakai.

Sekarang, Anda perlu menempatkan kantong plastik di atas nampan. Anda dapat menempelkannya ke dinding, lemari atau apapun yang dapat menahannya. Pastikan saja tingginya sekitar 12-14 cm di atas nampan air.

Mengambil foto
Selanjutnya, anda harus membuat lubang kecil menggunakan jarum di bagian bawah kantong. Ini akan menciptakan aliran air yang sangat stabil. Jika Anda ingin alirannya menjadi lebih cepat, maka cukup membuat lubang sedikit lebih besar. Ingatlah untuk mengisi kantong plastik dengan air terlebih dahulu.

Sekarang pindahkan kamera ke fokus manual. Dimana tetesan air akan jatuh, untuk mengatur fokus, simpanlah sebuah pensil atau benda kecil pada spot tersebut. Kemudian periksa kembali bahwa flash menghadap background yang berwarna.

Settingan kamera

Modus manual pada settingan kamera yaitu 1/60 detik dan f/22, juga mode manual pada flash, power setting diatur pada 1/64 atau 1/32. Pengaturan ini akan membuat durasi flashbenar-benar pendek, tetapi settingan ini hanya patokan dasar saja, anda dapat mengaturnya sesuai dengan kebutuhan.

Tips Foto Tajam

1. Pilih fokus point secara manual

Kamera DSLR, mirrorless, tipe sensor 4/3 telah memiliki fitur pemilihan titik fokus secara manual. Coba sobat lihat melalui viewfinder atau jendela bidik kamera, kalian akan menemui beberapa titik atau persegi kecil yang berkedip ketika bekerja, itu adalah zona atau titik fokus yang bisa kalian pilih. Pastikan titik fokus tidak secara otomatis dioperasikan oleh kamera, dengan begitu kalian bisa memilih titik mana yang akan menjadi target fokus. Kenapa bukan kamera yang melakukannya secara otomatis? toh akan mempermudah kerja kita! Terkadang kamera memilih titik fokus yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kamera terkadang memilih subyek yang terdekat, dan ini akan mengacaukan semuanya ketika Sobat memiliki subyek yang terletak dibelakang sebuah benda di foreground. Tiap model atau merk kamera biasanya memiliki perbedaan dalam mengatur cara kerja fokus. Cobalah membaca kembali buku manual kamera kalian.

2. Pilih mode fokus yang tepat

Kamera kebanyakan memiliki beberapa tipe mode fokus. Pada kamera Canon Sobat akan menemui mode Single (One Shot), AI (Artificial Inteligence), dan AI Servo. Pada kamera Nikon mode-mode fokus antara lain: AF-S, AF-C dan AF-A. Pilih salah satu yang paling pas untuk subyek yang kalian potret.

Single (AF-S) berarti bahwa kamera akan memfokuskan dan mengunci di satu obyek dan tidak akan melakukan fokus ulang sampai Sobat selesai menekan tombol shutter. AI Servo (AF-C) digunakan untuk continuous focus atau fokus berkelanjutan biasanya tepat digunakan untuk subyek yang bergerak. Pada mode ini ketika kalian menekan tombol shutter setengah, kamera akan selalu memfokuskan pada subyek yang bergerak tersebut, kamera tidak akan mengunci fokus sampai Sobat menekan tombol shutter secara penuh. AI (AF-C) berarti kamera akan memilih secara otomatis diantara Dua mode yang telah disebutkan tadi.

3. Atur minimum Shutter Speed

Banyak sekali perdebatan tentang berapa batas minimal shutter speed agar tangan kita masih mampu untuk menghandle-nya. Beberapa fotografer menyarankan agar menggunakan tidak lebih lambat dari 1/60 detik, di beberapa artikel yang lalu kami selalu menyarankan agar sobat menggunakan shutter speed minimal (1 / panjang focal length). Jika Sobat menggunakan focal length 200mm, maka batas minimal agar foto bebas blur adalah menggunakan shutter speed 1/200 detik, kecepatan shutter tersebut akan mengeliminasi blur yang diakibatkan baik dari camera shake. Semakin panjang focal length tentu akan semakin besar pula potensi terjadinya camera shake. perlu diingat bahwa jika Sobat memotret dengan kamera APS-C maka 200mm berarti seperti 350mm, jadi kalian perlu shutter speed minimal 1/400 detik. Sobat bisa bernafas sedikit lega jika memiliki lensa yang dilengkapi dengan fitur image stabilization, kalian bisa lebih leluasa mengatur shutter speed sebanyak 1 atau 2 stop, itupun masih tergantung dari tingkat kemampuan stabilitas tangan kalian. Perhatikan juga bagaimana posisi tangan kalian ketika memegang kamera saat memotret.

4. Gunakan Tripod dan Shutter Release / Trigger

Tripod berarti Tiga kaki dan tiga selalu lebih baik dari 2 bukan? Tripod bisa menjadi sahabat para fotografer untuk mendapatkan gambar yang tajam. Sobat pasti sudah tahu apa itu tripod, dan bahkan setiap fotografer pasti memiliki setidaknya satu buah tripod untuk membantu aktifitas fotografi mereka. Menempatkan kamera pada tripod saat memotret, serta penggunaan yang tepat bisa sangat membantu dalam mendapatkan foto yang tajam. Carilah tripod yang memiliki meterial kokoh dan yang pasti mampu untuk menopang bobot dari kamera kalian. Jangan sampai Sobat mengalami kejadian terburuk yang bisa terjadi dengan jatuhnya tripod beserta kamera kalian hanya gara-gara tripod kurang kuat, jadi tidak ada salahnya berinvestasi ke tripod yang relatif mahal. Tripod yang terbuat dari karbon fiber bisa menjadi pilihan yang bagus, tentu kalian harus menyediakan anggaran yang sedikit ekstra.

Kotak penyimpanan kamera atau Housing

Baik kamera compact ataupun SLR memerlukan tempat penyimpanan atau housing untuk melindungi mereka dari kerusakan air. Kotak penyimpanan atau housing ini biasanya terbuat dari plastik, meskipun kotak aluminium juga tersedia untuk SLR. Kotak aluminium sangat kuat dan tahan lama tetapi harganya lumayan mahal dan berukuran besar, dan menyembunyikan kamera di dalamnya, sehingga sulit untuk mengoperasikannya. Kotak penyimpanan plastik lebih murah dan memungkinkan Anda untuk melihat kamera, tetapi daya tahannya tidak seperti kotak aluminium. Mereka sangat rentan terhadap goresan dan abrasi.

Sistem Pencahayaan
Pencahayaan merupakan salah satu area di mana kamera digital compact kurang memenuhi syarat. Flash Built-in mereka terlalu dekat dengan lensa, untuk menghindari cahaya memantul. Anda dapat menjaga jarak sumber cahaya dari lensa dengan menggunakan lampu strobo tambahan. Sistem berbasis SLR dan amfibi sering menggunakan lampu strobo secara berpasangan, terpasang pada lengan secara fleksibel untuk memungkinkan agar dapat dinyalakan dari berbagai sudut. Mengetahui bagaimana posisi lampunya untuk mendapatkan keuntungan terbaik dan mengubah pengaturan daya sangat penting, meskipun banyak kamera secara otomatis akan memicu strobo menyala untuk jangka waktu yang tepat untuk eksposur.

Pemeliharaan Kotak Penyimpanan atau Housing
Memelihara kotak penyimpanan relatif mudah. Keutuhan  O-ring harus selalu diperiksa dan cincin dapat dilumasi dengan silikon. Lakukan pemeriksaan terakhir sebelum menyelam. Housing harus dibilas dengan air bersih sesegera mungkin setelah menyelam. Mengoperasikan kontrol mekanik selama membilasnya untuk mencegah penumpukan kristal garam. Jika air masuk ke dalam kotak ini, akan merusak kamera, sehingga luangkan waktu sejenak untuk mempersiapkan serta membilasnya dapat mencegah kerusakan peralatan anda.

Fotografi Malam Hari


Pedoman umum yang sering dilakukan oleh para pemotret pada saat memotret suasana malam adalah memotret secara menyeluruh, menangkap seluas-luasnya pandangan yang dapat tercakup dengan lensa sudut lebar. Memang pemotretan bisa juga dilakukan dengan menggunakan lensa normal ataupun lensa tele, sehingga tampak sebagian saja dari panorama (medium shot), tetapi umumnya lensa sudut lebar lebih banyak dipakai pemotret. Persiapan itu adalah menyiapkan: 

1. Kamera. Sebaiknya gunakan kamera 35 mm jenis SLH yang mempunyai fasilitas pengatur diafragma ataupun kecepatan rana, baik kamera dengan pengaturan cahaya manual maupun yang dengan prioritas kecepatan rana otomatis. Meski tidak tertutup kemungkinan pemotretan dilakukan dengan kamera format medium, tetapi kamera 35 mm lebih banyak dipakai karena kemudahan-kemudahannya. 

2. Lensa. Sebagai perlengkapan utama sebaiknya gunakan lensa yang dapat mencakup sudut pandang yang luas, misalnya lensa sudut lebar 24 mm, mungkin juga yang bersudut 20 mm. Meskipun kadang-kadang lensa sudut lebar tak terlalu diperlukan, tetapi sebaiknya lensa tersebut selalu dibawa menyertai lensa jenis tele-zoom menengah seperti 70-210 mm. 
3. Tripod. Tak kalah pentingnya tripod atau kaki tiga kamera yang berperan sebagai penopang dalam mengatasi guncangan, karena memotret pada suasana seperti malam yang sering membutuhkan pencahayaan panjang atau pencahayaan yang lama. 

4. Cable Release. Kabel penghubung untuk menekan tombol pelepas kamera juga menjadi bagian yang tak bisa dianggap remeh dan sebaiknya selalu dibawa. Tujuannya agar dapat melepas rana secara lembut tanpa menimbulkan getaran atau goyangan pada hasil pemotretan. 

5. Filter. Sebagai tambahan untuk memunculkan suasana yang kreatif atau dramatis, juga perlu beberapa filter yang dapat mengubah tampilan suasana sehingga menjadi lebih baik dari suasana aslinya. Misalkan filter 85B yang berguna untuk membantu memunculkan atau menguatkan cahaya kemerahan sehingga menjadi lebih baik. 

6. ISO. Mengenai ISO untuk memotret pemandangan malam hari memang selalu harus direncanakan dan dipilih terlebih dahulu. Karena menggunakan ISO rendah dengan harapan mendapatkan foto dengan hasil cetakan berbutir halus namun memerlukan pemotretan yang lama atau long exposure, sedang ISO yang terlalu tinggi akan mengakibatkan hasil gambar yang berbutir kasar dan reproduksi warna yang kurang cerah. 

Selebihnya setelah persiapan dilakukan, suatu hasil pemotretan malam hari tampak terang dan menghasilkan foto yang baik tergantung pada pemotret itu sendiri bagaimana memanfaatkan peluang suatu suasana di malam hari tersebut dengan tehnik yang dimiliki. Jika dikembalikan pada teori fotografi yang berarti melukis dengan sinar, maka sebesar apa pun sinar yang ada, setidaknya dapat menjadikannya sebuah lukisan atau foto yang terekspos terang.