Terus menurunnya kualitas air di sekitar wilayah Yogya akibat pencemaran limbah industri rupanya menjadi sorotan mahasiswa Teknik Lingkungan UII. Dua orang mahasiswa UII, yakni masing-masing Adam Ikhya Alfarokhi dan Anandhitya Rheza Adrian kemudian konsen mendalami penelitian yang berfokus pada upaya pemulihan kualitas air dengan metode-metode tertentu. Ketekunan dua orang mahasiswa UII tersebut dalam meneliti ternyata membuahkan prestasi di mana keduanya mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama 1 bulan ke Hokkaido University, Jepang.
Dalam masa mengikuti pertukaran pelajar yang singkat ini mereka benar-benar memanfaatkannya untuk memperdalam penelitian tentang air yang pernah mereka geluti di UII. Upaya ini juga mendapat dukungan dari sivitas akademika Hokkaido University, Jepang yang tertarik membantu penelitian mereka.
Sebagaimana disampaikan oleh Adam Ikhya kepada Humas UII ketika ditanya apa saja aktifitas yang mereka lakoni selama berada di negeri sakura. "Selama di Jepang kami mempelajari tata cara pengembalian kualitas air melalui sistem adsorpsi dan berkonsentrasi pada pembuatan adsorben baru yang berbiaya rendah (low cost treatment)”, tuturnya membuka pembicaraan.
Ia menambahkan selama melakukan penelitian, mereka banyak didorong oleh sivitas akademika Hokkaido University. "Ada Prof. Shunitz Tanaka dan para senpai dari mahasiswa tingkat master yang selalu memberikan bimbingannya kepada kami. Dari mereka kami dapat belajar secara langsung dan mendalam tentang bagaimana mengembalikan kualitas air dengan sistem adsorpsi”, terangnya.
Ketika ditanya tentang pelajaran apa yang dapat mereka petik dari perjalanan student exchange ini, rekannya Anandhitya Rheza menilai bahwa Jepang adalah negara yang menaruh perhatian besar terhadap riset dan pengembangan teknologi.
"Tidak mengherankan jika negerinya maju pesat karena dukungan kelengkapan fasilitas seperti laboratorium dan peralatan-peralatan di dalamnya sangat membantu peneliti dalam melakukan riset”, ujarnya. Adapun ilmu lain yang juga mereka petik selama belajar di lab, seperti electrokinetic remediation dan adsorption dengan memakai magnetic chitosan berbahan lokal bambu Jepang.
Di samping itu, kedua mahasiswa UII ini juga melihat bahwa sebenarnya nilai-nilai positif yang ada di Jepang, seperti budaya belajar, semangat bekerja, dan disiplin dapat pula diterapkan di Indonesia. “Tentunya ini membutuhkan konsistensi kita sendiri dan semangat untuk terus menjadi lebih baik”, tambahnya.
Pasca merampungkan student exchange, terbuka kesempatan bagi keduanya untuk melanjutkan studi tingkat S2 di universitas yang sama, khususnya di Faculty of Environmental Science. Seperti dipesankan oleh Prof. Tanaka kepada keduanya sambil memberi semangat.
"Kami berharap kalian berdua dapat melanjutkan studi di sini, namun kalian juga harus siap bersaing dengan para mahasiswa yang berasal dari negara-negara lainnya”, pesannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar