Kamis, 23 April 2015

Tipe Lensa Kamera DSLR

Tipe lensa DSLR:

  1. Lensa Standard - Ini adalah istilah yang perlahan-lahan sedikit menghilang dari terminologi dunia fotografi. Digunakan untuk mendeskripsikan lensa dengan range 50mm, karena lensa ini biasanya sudah terpasang pada kamera kamera film.
  2. Lensa Kit - Saat ini kebanyakan lensa sudah menjadi satu paket dengan kamera DSLR yang dijual, dan biasanya lensa ini di kenal sebagai lensa kit. Lensa ini kebanyakan adalah lensa zoom, dan secara fungsional dikenal sebagai lensa multi-purpose yang memang didesain untuk kepentingan memotret sehari-hari. Fotografer profesional kebanyakan selalu membeli body kamera dan mengupgrade lensa sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Lensa Prime / Lensa Fix - Lensa Fix merupakan sebuah lensa yang hanya memiliki satu Focal-Length. Terkadang lensa ini menjadi lensa yang kurang populer dimana para fotografer merasa nyamana dengan lensa yang memiliki range Focal-Length di tangan mereka (lihat ulasan lensa zoom dibawah), tetapi bagaimanapun juga lensa fix layak unutk dipertimbangkan. Lensa zoom memang memiliki keuntukngan pada kualitas yang mereka tawarkan, tetapi lensa fix juga dikenal dengan kualitas gambar serta kecepatan. Ketika kebanyakan orang nyaman dengan lensa zoom, kebalikannya Saya lebih menikmati tantangan dalam menggunakan lensa fix, dan mereka membawa sesuatu dalam dunia fotografi saya, dan biasanya saya akan merasa sedikit malas ketika lensa zoom terpasang.
  4. Lensa Zoom / Tele - Lensa zoom merupakan lensa DSLR yang paling populer saat ini, hadir dengan konfigurasi range focal length serta tingkatan kualitas. Keuntungan yang paling terlihat dengan menggunakan lensa ini adalah, Sobat tidak perlu mendekat ke subyek untuk mendapatkan framming yang lebih ketat. Lensa ini bisa memberikan range pendek atau cukup panjang. Hal yang perlu diingat ketika membeli kamera ini adalah, semakin panjang focal-length maka akan semakin berdampak pada camera-shake. Kamera dengan focal length yang jauh seperti (300mm) telah difasilitasi dengan Image Stabilisation (IS) untuk mengurangi camera-shake.
  5. Lensa Makro - Lensa-lensa ini didesain khusus untuk memotret obyek secara close-up. banyak kamera DSLR yang dilengkapi dengan pengaturan 'makro', tetapi menggunakan lensa makro yang sebenarnya akan menghasilkan foto lebih hidup dan memungkinkan Sobat untuk memotret dengan ukuran yang sangat dekat pada obyek.
  6. Lensa Wide - Seperti namanya, lensa ini mememungkinkan penggunanya untuk memotret dan mendapatkan prespektif yang sangat luas. Lensa wide biasnya digunakan pada pemotretan landscape. Lensa wide hadir dengan focal length seperti lensa fix dan lensa zoom, walaupun hanya memiliki sedikit range pada focal-lengthnya. Perhatikan bahwa banyak lensa wide sedikit banyaknya terkadang memberikan efek 'distort' pada hasil foto, terutama pada tepian foto dengan bentuk yang sedikit melengkung. Bagi beberapa orang bisa menjadi efek yang bagus, tetapi terkadang juga berarti efek yang tidak diinginkan.
Lensa 'Fish-Eye' merupakan lensa 'extreme' dari lensa wide, dimana lensa ini didesain khusus untuk memberikan efek 'distort' lengkung pada hasil foto Anda, tetapi sekali lagi hal tersebut tergantung pada gaya serta style seorang fotografer.

Teknik Foto Freeze Fotografi

Fotografi

Fotografi, sudah tidak asing lagi kata ini terdengar di telinga kita. Hampir di setiap bidang fotografi ikut ambil bagian, berbeda dengan fotografi jaman dahulu kala yang hanya identik dengan foto ukuran 3 x 4, foto pernikahan, foto jurnalistik, dan foto keluarga para konglomerat. Kini fotografi telah merambah sampai ke setiap sektor aktifitas manusia dengan berbagai kelebihan dan manfaatnya. Iklan, film, dokumentasi, pre-wedding, wedding, dan berbagai jasa pemotretan lainnya yang bisa kita temukan di studio foto yang semakin banyak. Teknik pemotretan saat ini juga semakin berkembang, lihat saja berbagai macam foto unik dan luar biasa dengan menggunakan teknik foto terbaru dan pasti dengan dukungan peralatan foto yang semakin canggih dan beraneka ragam. Dalam tekhnik Fotografi terdapat jenis foto PanningMoving, dan Freezing. Ketiga teknik ini pada dasarnya merupakan sarana untuk mengolah kemampuan fotografer dalam operasionalisasi kamera, menentukan exposure, komposisi, serta mengasah kepekaan terhadap subjek foto.

.   

Freezing

Konsep foto freezing pada dasarnya adalah usaha fotografer untuk 'mem-pause' sebuah adegan yang terjadi. Dalam posisi 'pause', objek foto akan bisa dinikmati dengan seksama oleh mata audiens. Inilah saat-saat istimewa yang tidak pernah bisa dilakukan oleh mata: menghentikan sebuah gerakan. Dalam kondisi pergerakan yang cepat, fotografer harus cekatan melihat momentum dan bersegera mengatur kecepatan rananya. Prioritas memang ada pada Shutter Speed (SS), sedangkan aperture dan ISO akan menyesuaikan. Anda tidak akan mendapatkan gambar yang 'freezed' tanpa kecepatan tinggi dan jepretan berkali-kali. Freezing bisa didapatkan dengan mengatur shutter speed (1/100 - keatas). Bisa juga menggunakan alat bantu lampu tambahan, sepertiflash atau external lighting (terutama dalam konsep still photography)

Tips teknik bulb dalam Fotografi

Berikut adalah sedikit tips dan teknik dalam menggunakan teknik bulb :
 
  1. Persiapkan kamera. Gunakan lah kamera yang bisa diatur speednya. Biasanya teknik ini banyak digunakan dengan mengguankan kamera DSLR.
  2. Persiapkan tripod sebagai penyangga kamera agar tidak ada getaran ketika hendak mengambil gambar.
  3. Sebelum mengambil gambar, ubar settingan speed kamera. Gunakanlah speed lebih dari 3 detik atau kita bisa menggunakan BULB (lama pengambilan cahaya bisa ditekan sesuai dengan keinginan kita).
  4. Setting diafragma ke bukaan f9 atau lebih.
  5. Bisa juga menggunakan aksesoris tambahan seperti Shutter Release. Harganya sekitar 100-300 ribuan.
  6. Jika tidak ingin ada getaran dari tangan, kita bisa menggunakan timer, tekan lalu diamkan.
  7. Biasanya bulb dilakukan pada malam hari untuk mendapatkan efek lampu lebih maksimal. Atau jika ingin uji coba bisa dilakukan dikamar dengan keadaan gelap.
  8. Jika ingin memotret lintasan jalan raya sebaiknya pilihlah waktu dimana masih banyak kendaraan lewat.
  9. Kita bisa melukis nama, atau bentuk dengan cahaya seperti senter, kembang api, atau lampu kecil.
  10. Terus mencoba sampai gambar yang anda inginkan bisa diperoleh!

tehnik BULB

Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tehnik BULB?
 
  1. Tripod wajib, kecuali anda ingin menghasilkan foto abstrak yang tidak ada seorangpun yang tahu maksudnya. 
  2. Gunakan Remote Shutter Release dengan mekanisme pengunci.
  3. Timer, cukup gunakan timer di smartphone anda.
  4. Usahakan memakai ISO yang serendah mungkin.
  5. Batere cadangan, memotret dengan lama exposure sampai menit menguras batere kamera, jadi siapkan cadangannya
 
Kapan Mode Bulb Dipakai?
 
Beberapa situasi pemotretan yang membutuhkan pemakaian mode bulb, antara lain:
 
  1. Saat memotret kembang api.
  2. Saat anda memotret trail of light: lampu mobil maupun jejak bintang.
  3. Saat akan memotret didalam gelap malam menggunakan setting bukaan kecil macam f/11 sampai f/22.
  4. Saat anda ingin foto light painting.
  5. Saat ingin membuat foto petir.
  6. Saat ingin memotret benda-benda angkasa (astrophotography).S
  7. Saat ingin memotret long exposure diatas 30 detik.

Rabu, 22 April 2015

Tips Fotografi Potrait

Penggambaran Subyek
Dengarkan diri Anda dari hati, mungkin menjawab fakta apa yang menarik orang untuk penggambaran subjek . kita tidak cenderung untuk memotret segala sesuatu yang kita temui di jalan-jalan, ada fitur yang berbeda dalam manusia yang mendesak seorang fotografer untuk memulai menunjuk kamera. Menemukan aspek ini dalam fotografi portrait membentuk sifat dasar untuk menjadi satu. Terutama jika Anda adalah Fotografer Street fotografi sifat ini untuk menangkap subjek Anda adalah atribut penting. Warna, Cahaya atau tindakan yang mungkin mengejutkan Anda, kontras yang kekal atau kerendahan hati yang halus, tindakan yang mungkin emotif atau beberapa karakter fenomenal. Pilih dengan bijak. Ingat setiap wajah yang Anda foto pasti portrait tetapi untuk menangkap sesuatu yang menarik itu perlu berkelas.

Sense of being
Bagaimana Anda mendekati mereka tanpa mengganggu karakter yang mereka tunjukkan saat Anda melihat mereka untuk penggambaran subjek . Hal ini bisa dibilang tahap yang paling sulit dalam menangkap portrait apapun. Untuk membuat mereka nyaman sebelum difoto dan kembali mendapatkan sense of being (rasa) ke sebuah foto benar-benar tugas yang menakutkan. praktek ini seni bersosialisasi dan cenderung untuk mendapatkan persetujuan ini lebih sering di dalam hati bukan lisan. Itu hanya terjadi pendekatan dan setiap langkah Anda mendekat dalam menuju subjek Anda sangat akan mengubah suasana dari adegan. Pilih langkah Anda dengan bijaksana, bertindak sesuai dengan reaksi mereka awalnya Anda mungkin ingin mendapatkan kepercayaan mereka sebelum Anda menunjukkan pada mereka kamera Anda.

Suasana dan mood
Tetap sadar untuk cahaya dan suasana di lingkungan. Cahaya dapat membawa kebaikan atau merusak portrait yang baik untuk tidak menjadi sangat baik yang dapat bertindak melawan kehendak karakter. Berpikir seperti seorang seniman, fotografer harus tahu apa yang terbaik terhadap penggambaran karakter . Misalnya subyek terang benderang menunjukkan karakter yang intens dengan sikap yang kuat, sedangkan portrait cahaya rendah bisa lebih bahagia. emotif dan gloomy menerjemahkan mood dan suasana sesuai untuk merekam bagian di dalam bingkai.

Karakter
Memilih subjek yang tepat dengan suasana artistik saja tidak menjamin portrait berkelas. Cobalah untuk tidak mengganggu ekspresi mereka sebelum menunjukkan lensa Anda, tanyakan pada diri Anda menjadi kreatif apa yang Anda pikirkan agar dapat karakter dan emosi apa adanya dari mereka. Ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak mendapatkan hal itu di bingkai, berbicara kepada mereka membuat mereka ingat sesuatu. Manusia cenderung untuk menunjukkan karakter yang indah dan emosi yang indah ketika Anda berinteraksi dengan cara yang benar, cara master. Ingat interaksi ini tidak perlu berbentuk lisan, setiap langkah yang Anda lakukan dengan kamera Anda memiliki dampaknya pada wajah subjek.

Teknik Wild Life Photography

1. Pilih mode yang tepat 
Pilih mode Aperture Priority dan putar aperture lebar (nomor f rendah, seperti f/5.6 atau f/6.3). Ini akan membantu untuk mem-blur-kan latar belakang dan menambahkan kecepatan rana untuk kondisi pencahayaan. Meningkatkan ISO untuk memberikan kecepatan rana sekitar 1/500 sec untuk potret burung.

2. Fokus hati-hati 
Jika Anda mengambil potret hewan, pilih Single-shot atau Single-Shot AF, dan menggunakan titik AF tunggal untuk fokus di mata mereka. Jika Anda memotret burung terbang atau hewan yang bergerak cepat, memilih untuk mode terus-menerus atau AI Servo AF, karena hal ini akan memfokuskan lensa untuk menjaga subjek tajam.

3. Gunakan mode drive tercepat kamera
Gunakan mode drive tercepat kamera untuk menangkap urutan gambar. karena ini akan memastikan buffer kamera - di mana ia menyimpan gambar sebelum menyalin ke kartu memori - tidak bisa diisi terlalu cepat, dan kamera akan selalu siap beraksi.

Low angle dan live view 
Kamera dengan layar LCD putar membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan gambar tingkat rendah, seperti yang Anda dapat mengaktifkan Live View, kemudian menempatkan kamera di permukaan tanah dan layar menghadap ke atas .

Pilih lokasi fotografi satwa liar yang tepat
Sebagian besar dari kita tidak memiliki waktu untuk mengejar satwa liar di sekitar perkampungan. Kabar baiknya adalah bahwa ada banyak lokasi yang dapat diakses menyajikan kesempatan untuk mendapatkan dekat dengan alam (dan foto itu) tanpa harus pergi ke tempat jauh.
Sebuah taman kota, kebun binatang, kolam atau cagar alam memberikan kesempatan sempurna untuk itu.


Hewan-hewan yang akan Anda temukan di lokasi yang baik dikunjungi seperti ini akan lebih terbiasa dengan orang, yang memungkinkan Anda untuk mendekati tanpa harus kamuflase.

Cara memotret satwa liar di taman


Anda tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menangkap gambar kreatif makhluk liar. Bahkan, banyak di taman juga bisa anda ditemui.
Seperti jenis lain fotografi satwa liar, Anda akan membutuhkan lensa tele dan tripod yang layak untuk pendukungnya. Seperti burung kecil, kecuali Anda dapat menarik mereka lebih dekat dengan pengumpan, Anda akan melihat sebuah focal length di wilayah 300-500mm untuk frame tembakan.

Di sinilah sensor kecil  APS-C yang ditemukan di sebagian besar DSLR terbukti menguntungkan. Sebuah sensor APS-C menangkap area yang lebih kecil dari gambar yang diproyeksikan oleh lensa dari sensor full-frame tidak bisa, jadi subjek tampak lebih besar dalam gambar.

Ini untuk alasan ini bahwa Anda perlu menerapkan 'panjang focal multiplier' dari salah 1.5x (untuk Nikon) atau 1.6x (untuk Canon) untuk di efektif focal length.
Jadi, lensa 300mm pada kamera APS-C memberikan bidang pandang setara sebagai lensa 480mm pada kamera full-frame.

 
Latar belakang blur 
Selain memberikan Anda lebih banyak jangkauan, lensa tele memberikan Anda kontrol lebih besar ataslatar belakang blur, semakin panjang lensa semakin blur. Taman biasanya tampak ramai dengan pohon, daun dll, sehingga memilih latar belakang bersih adalah mutlak. Pilih aperture lebar untuk membuat sebagian besar efek ini.