Selasa, 21 April 2015

Dokter Muda UII Diharapkan Mampu Integrasikan Keyakinan dan Kebenaran Mutlak

Image
Profesi dokter seringkali dilihat sebagai salah satu profesi terpandang di mata masyarakat karena selain memiliki kompetensi keahlian yang mumpuni, dokter juga memiliki tugas mulia sebagai pejuang kemanusiaan. Di Fakultas Kedokteran (FK) UII, terdapat satu lagi nilai yang selalu ditekankan pada para mahasiswanya yang sekaligus menjadi keunggulan dokter lulusan UII. Keunggulan tersebut adalah nilai ke-Islaman yang menjadi pedoman bagi setiap civitas akademika FK UII. Tak terkecuali, bagi dokter muda UII yang akan menempuh pendidikan klinis di rumah sakit daerah.
Selama mengabdi, mereka pun diminta untuk mampu menunjukkan kualitas sebagai dokter Muslim yang profesional, berakhlak mulia dan selalu memohon petunjuk Allah dalam setiap pengambilan keputusan medis. Seperti tergambar dalam suasana Pengambilan Janji Dokter Muda UII yang berlangsung di Auditorium FK UII, Kamis (20/4). Sebanyak 43 dokter muda UII diambil janjinya dan siap mengikuti pendidikan klinis di rumah sakit pendidikan.
Disampaikan Wakil Rektor UII Dr. Ing. Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA.,IAI.,dalam menjalani proses pendidikan klinis di Rumah Sakit Pendidikan para dokter muda diharapkan mampu mempelajari serta mengintegrasikan antara keyakinan-keyakinan berdasarkan diagnosis dengan kebenaran dari Allah. “Ada satu hal yang harus dikejar yaitu ilmu itu sendiri. Dalam konteks ini adalah integrasi antara keyakinan-keyakinan dengan kebenaran. Dokter memberikan diagnosis yang bermacam-macam sesuai keyakinan mereka, sedangkan ada satu sisi lain yaitu kebenaran yaitu kebenaran Tuhan, disitulah ilmu perlu diungkap oleh para dokter muda saat berada di Rumah Sakit Pendidikan.” Papar Dr. Ilya.
Dr. Ilya menambahkan, para calon dokter lulusan UII sangat diharapkan akan mampu menghasilkan satu ilmu yang merupakan akumulasi integrasi antara keyakinan dan kebenaran mutlak yang dieksplorasi dengan kedekatannya dengan Allah. Ia menegaskan bahwa kebenaran hakiki hanya akan diperoleh jika dokter-dokter lulusan UII memiliki kedekatan dengan Tuhan. “Karena kebenaran hakiki itu tidak dapat hanya didapat dengan belajar dari buku-buku tapi dengan kedekatan hati dengan Allah.” Jelas Dr. Ilya.
Dekan FK UII dr. Linda Rosita, M.Kes, Sp.PK., menyampaikan realita yang akan dihadapi ketika menempuh pendidikan klinis di Rumah Sakit Pendidikan yaitu para dokter muda akan banyak berinteraksi dengan orang-orang berbeda-beda, tidak hanya pasien namun juga staf di rumah sakit. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya menjaga hubungan muamalah yang baik agar proses pendidikan berjalan lancar.
Banyaknya hal yang di hadapi selama pendidikan klinis diharapkan memacu mereka para calon dokter muda dalam meningkatkan kemampuan medisnya. Dr. Linda juga mengingatkan agar dokter muda UII dapat menjaga nama baik kampus di manapun mereka berada. Seluruh Dokter Muda yang diambil janjinya pada hari ini akan menjalani pendidikan klinis di RSUD Sragen yang sudah menjalin kerjasama dengan UII sejak tahun 2006.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar